Memahami Pentingnya CSS (Cascading Style Sheets) dan Jenis/Tipenya

Share and care !

Setiap developer pasti menggunakan CSS untuk merapikan tata letak website dan memberikan desain dasar untuk desain website. Namun, jika Anda merupakan seorang pemula, mungkin Anda harus mengetahui terlebih dahulu seluk-beluk CSS agar bisa memudahkan Anda sebagai developer untuk melakukan pembuatan project website Anda.

CSS akan membantu Anda untuk mendesain tampilan website Anda agar menjadi lebih menarik, tanpa CSS, website Anda hanya sebatas teks biasa dengan latar putih. Anda bisa menggunakan CSS. Ada beragam manfaat lainnya yang bisa Anda dapatkan dari penggunaan CSS ini. CSS telah dikembangkan sejak tahun 1970-an dan terus dikembangkan hingga saat ini hingga digunakan oleh developer di seluruh dunia.

Sebelum CSS dikembangkan, halaman web begitu terbatas baik bentuk dan fungsinya, ketika itu browser hanya akan menyajikan halaman sebagai teks biasa, gambar, dan tautan ke halaman lainnya. Sampai di sini pasti Anda sedikit lebih paham apa kegunaan CSS, tapi apakah Anda ingin mengetahui lebih lanjut tentang CSS dan apa manfaatnya bagi dunia web developer? Simak artikel berikut ini sampai tuntas.

 

Apa Itu CMS (Cascading Style Sheets) dan Kegunaannya

 

CSS adalah singkatan dari Cascading Style Sheets. CSS merupakan bahasa pemrograman yang memberikan tampilan dan tata letak situs web. Seiring dengan HTML, CSS adalah dasar untuk desain web. Tanpa itu, situs web akan tetap berupa hypertext (teks biasa) dengan latar belakang putih. Halaman website sebelumnya sangat terbatas dari segi bentuk dan fungsinya sebelum ada CSS yang dikembangakn oleh World Wide Web Consortium (W3C).

Tidak ada tata letak sama sekali pada website, ketika Anda pada saat itu ingin membuka halaman web, browser Anda hanya akan menampilkan Hypertext (teks biasa), hanya terdapat paragraf yang ada dalam satu kolom. Kemudian hadir CSS yang memungkinkan beberapa inovasi pada tata letak halaman website, berikut beberapa kemampuan yang dilakukan oleh CSS terhadap halaman website :

Menentukan warna dan ukuran teks dan tautan.
Menerapkan warna ke latar belakang.
Berisi elemen halaman web yang menyusunnya dalam kotak, kemudian dapat disusun sesuai keinginan.
CSS mampu menempatkan “style” dalam halaman style, dan untuk pertama kalinya, halaman Web dapat dirancang.

 

Baca Juga  :     8 Rekomendasi Platform CMS (Content Management System) yang Terintegrasi Dengan Baik Terhadap SEO

 

Manfaat CSS (Cascading Style Sheets) untuk Website

Setelah Anda mengetahui kemampuannya terhadap website, sekarang saatnya Anda untuk mengetahui apa saja manfaat yang diberikan oleh CSS untuk pengembangan website.

Memecahkan Masalah Besar

Sebelum hadirnya CSS, tag seperti font, warna, background, perataan elemen, batas, dan ukuran harus diulang di setiap halaman website. Hal ini membuat proses coding menjadi sangat panjang. Misalnya, jika Anda membuat website kompleks yang membutuhkan informasi font dan warna untuk ditambahkan di setiap halamannya, maka prosesnya akan lama. CSS dibuat untuk mengatasi masalah tersebut, dimana Anda tidak perlu untuk memakan banyak waktu dalam melakukan coding pada website Anda.

Menghemat Banyak Waktu

Definisi CSS style disimpan dalam file CSS eksternal, sehingga dimungkinkan untuk mengubah seluruh situs web dengan mengubah hanya satu file. Hal ini akan membuat Anda bisa lebih efisien dalam mengerjakan website Anda.

Memberikan Lebih Banyak Atribut

CSS menyediakan atribut yang lebih detail daripada HTML biasa untuk menentukan tampilan dan nuansa situs web. Hal ini membuat halaman website Anda akan dimuat lebih cepat, karena CSS tidak memerlukan penulisan atribut tag HTML setiap saat. CSS memiliki aturan dimana penulisan untuk tag hanya sekali, yang selanjutnya dapat diterapkan untuk semua kemunculan tag yang sesuai. Jadi ketika Anda menggunakan CSS, akan lebih sedikit kode, yang berarti mengunduh menjadi lebih cepat.

Perawatan Situs Web Lebih Mudah

CSS membuat Anda bisa melakukan pemeliharaan situs web menjadi lebih mudah. Ini memainkan peran penting dalam pemeliharaan situs web. Jika Anda memerlukan perubahan secara keseluruhan dalam file, itu bisa dilakukan dengan mengubah style di mana semua elemen di halaman web akan diperbarui secara otomatis. File CSS memberikan tampilan yang fleksibel ke situs web, yang dapat diubah dengan cara yang nyaman untuk para pengguna website Anda. Itu juga membuat pemformatan HTML dan modifikasi elemen data yang sesuai menjadi lebih mudah.

Kompatibilitas dengan Banyak Bahasa Pemrograman

Kompatibilitas beberapa perangkat CSS kompatibel dengan versi bahasa yang lebih lama sehingga Anda dapat menggunakan CSS dengan versi bahasa sebelumnya. Karena itu, jika aplikasi CSS dikembangkan dengan versi bahasa pemrograman yang lebih lama dan jika Anda menggabungkannya dengan perbaikan baru, maka CSS dapat dengan mudah diimplementasikan dengan perubahan yang sesuai sehingga dapat berhasil memperbarui kode yang ada. CSS memungkinkan konten dioptimalkan untuk lebih dari satu jenis perangkat.

 

Baca Juga  :    UML (Unified Modeling Language) : Sejarah Singkat dan Manfaatnya

 

 

Jenis-jenis/ Tipe CSS (Cascading Style Sheet)

 

Cascading Style Sheet (CSS) digunakan untuk mengatur gaya di halaman web yang berisi elemen HTML. Ini mengatur warna latar belakang, ukuran font, font-family, warna, properti elemen pada halaman web, dan lain sebagainya. Ada tiga jenis CSS yang harus Anda ketahui yaitu Inline CSS (CSS Sebaris), Internal or Embedded CSS (CSS Internal atau Tertanam), dan External CSS (CSS Eksternal). Lebih jelasnya, berikut ini merupakan penjelasan dari ketiga jenis-jenis/ tipe CSS.

Inline CSS

Inline CSS atau CSS sebaris ini berisi properti CSS di bagian body yang dilampirkan dengan elemen yang dikenal sebagai Inline CSS. Jenis style CSS ini ditentukan dalam tag HTML menggunakan atribut gaya.

Internal or Embedded CSS

Internal or Embedded CSS (CSS Internal atau Tertanam) dapat digunakan ketika satu dokumen HTML harus ditata secara unik. Kumpulan aturan CSS harus berada di dalam file HTML di bagian atas, yaitu CSS disematkan di dalam file HTML.

External CSS

External CSS atau CSS Eksternal berisi file CSS terpisah yang hanya berisi properti style dengan bantuan atribut tag, misalnya class, id, judul, dan lain-lain). Properti CSS ditulis dalam file terpisah dengan ekstensi .css dan harus ditautkan ke dokumen HTML menggunakan tag tautan. Ini menunjukkan bahwa untuk setiap elemen, style hanya dapat diatur sekali dan itu akan diterapkan di seluruh halaman web.

 

Baca Juga  :    8 UI (User Interface) dan Web Design yang Inovatif di Tahun 2022

 

 

Kesimpulan dan Penutup

CSS atau Cascading Style Sheets memiliki peran yang sangat berguna bagi dunia pemrograman, awalnya website yang ada tidak sama seperti yang Anda lihat sekarang. Halaman website ketika itu hanya sekumpulan hypertext dengan background putih, belum terdapat tata letak yang tersusun seperti sekarang. Kemunculan CSS sangat diperlukan, browser komersial pertama yang mampu membaca dan menggunakan CSS adalah Microsoft Internet Explorer 3 pada tahun 1998.

Sampai hari ini, dukungan untuk fungsi CSS tertentu bervariasi dari browser ke browser. W3C (Web World Wide Consortium) yang masih mengawasi dan menciptakan standar Web, baru-baru ini merilis standar baru untuk CSS, yaitu CSS3. Oleh karena itu, menjadikan CSS terus diperlukan untuk membuat tampilan website yang lebih baik lagi. Jenis-jenis atau tipe CSS juga bervariasi, di antaranya adalah Inline CSS (CSS Sebaris), Internal or Embedded CSS (CSS Internal atau Tertanam), dan External CSS (CSS Eksternal).

 

 

The post Memahami Pentingnya CSS (Cascading Style Sheets) dan Jenis/Tipenya appeared first on IDCloudHost.


Share and care !

Leave a Reply